Tahu & Tempe

Pujasera46__Tahu dan tempe identik dengan makanan rakyat yang dikonsumsi segala kalangan masyarakat. Selain rasanya yang lezat, banyak kreasi makanan yang bisa dibuat dari bahan dasar tahu dan tempe. Mulai dari digoreng, dibacem, dibalado, hingga ditumis dengan sayuran seperti kacang panjang.

Studi epidemiologis pada populasi Asia menunjukkan mereka banyak mengkonsumsi produk kacang kedelai seperti tahu, tempe, susu dan sebagainya. Berdasarkan studi tersebut, populasi ini menunjukkan lebih rendah penyakit kardiovaskular, kanker kolon, kanker payudara gejala menopause dan osteoporosis.

Pada tahu dan tempe terdapat Phytoestrogen, yaitu senyawa kimia yang merupakan hormon tumbuhan (phyto artinya tumbuhan), yang memliki struktur kimia menyerupai hormon estrogen pada tubuh manusia.

Senyawa yang berperan sebagai phytoestrogen tersebut adalah isoflavon. Isoflavon tersebut memiliki aktivitas sebagai antioksidan yang dapat mencegah terjadinya proses oksidasi LDL (Low Density Lipoprotein) yang merupakan kolesterol jahat dalam darah. LDL (Low Density Lipoprotein) yang teroksidasi ini akan terkumpul dan menyumbat pembuluh darah. Jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah di jantung, akibatnya adalah serangan jantung.  Apabila terjadi di otak, menyebabkan stroke. Dalam hal ini, peranan isoflavon sangat penting dalam meminimalkan terjadinya penyakit tersebut.

Sementara itu, isoflavon mencegah kerusakan tulang dengan cara meningkatkan jumlah massa tulang, sehingga serta merta osteoporosis juga dapat dihindari. Isoflavon juga berperan sebagai antioksidan yang dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas penyebab kanker di dalam tubuh. Dengan demikian, berkat isoflavon, tempe dan tahu terbukti dapat mencegah penyakit kanker payudara.

Selain kandungan isoflavonnya, tahu dan tempe juga memiliki komposisi gizi yang lengkap. Kandungan protein tahu dan tempe bahkan lebih tinggi dari beberapa sumber nabati lainnya. Tidak hanya itu, kedua makanan ini juga mengandung beberapa mineral seperti kalsium yang berguna untuk pembentukan dan pemeliharaan gigi dan tulang, zat besi, fosfat, kalium, natrium, kholin, vitamin B, dan vitamin E.

Tahu dan tempe juga ampuh dalam mencegah anemia. Kodrat wanita yang harus mengalami haid, hamil, dan menyusui menyebabkan wanita rentan terhadap penyakit anemia. Akan tetapi, wanita bisa meminimalkan risiko penyakit tersebut dengan mengonsumsi tahu dan tempe. Dalam mencegah anemia, tahu dan tempe berperan sebagai pemasok mineral, vitamin B12 (yang terdapat pada pangan hewani), dan zat besi yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah.

Seperti kita ketahui, sepotong tahu dan tempe mengandung berbagai unsur bermanfaat, seperti karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin, enzim, daidzein, genisten, serta komponen antibakteri. Tahu dan tempe merupakan sumber protein nabati yang baik. Dalam 100 gram tahu, kandungan proteinnya sekitar 17 gram. Tahu dan tempe juga memiliki lemak esensial omega 3 dan omega 6 yang baik untuk kesehatan jantung.

Tahu dan Tempe Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Selama masa kehamilan, seorang ibu sehat memerlukan tambahan zat gizi berupa 300 kalori, 9 g protein, 7.000 RE vitamin A, 150 mkg (mikrogram) asam folat, 0,3 mkg vitamin B12, 0,2 mg vitamin B1, 0,2 mg riboflavin, 0,1 mg niasin, 400 mg kalsium, dan 20 mg zat besi dalam sehari. Tambahan zat gizi itu mutlak diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, selain untuk memelihara kesehatan ibu. Zat-zat gizi itu dapat diperoleh hanya dengan mengonsumsi tahu atau tempe sebanyak 50 g dan menambah makanan pokok sebanyak 50 g sehari.

Ibu menyusui juga memerlukan tambahan zat gizi, selain zat yang harus dikonsumsinya pada saat tidak menyusui. Zat gizi tambahan ini diperlukan untuk melanggengkan produksi ASI. Tambahan itu sebanyak rata-rata 600 kalori untuk 0 – 12 bulan, dan protein rata-rata 14 g, serta sejumlah vitamin dan mineral. Jumlah tersebut dapat mencegah penggunaan zat gizi dari jaringan tubuh secara berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan ibu.Kebutuhan energi dan protein tambahan buat ibu menyusui ini dapat dipenuhi secara murah dengan mengonsumsi sekitar 200 g makanan, yang terdiri atas 60 g tempe dan 140 g beras. Tambahan makanan itu akan menghasilkan ASI sebanyak 1liter dengan kadar 531 kalori dan protein 12 g.

Tempe juga merangsang fungsi kekebalan tubuh terhadap E. coli, bakteri penyebab diare. Lazimnya, penyakit ini datang lantaran buruknya sanitasi lingkungan dan kurang bersihnya makanan. Untuk mengatasinya, berikan pertolongan pertama dengan memberi si sakit racikan tempe. Caranya, tempe dikukus lalu dihaluskan, kemudian dicampur dengan air tajin dan garam. Berikan racikan tempe itu berkali-kali. (berbagai sumber)

Posting By Pujasera46 Copyright @2012

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: